Ini Pesan Guru Bagi Orang Tua Siswa; "Anak itu Harta Yang Tak Ternilai "


Ini moment yang dinanti oleh setiap orang tua siswa. Saat akan menerima hasil evaluasi semesteran berupa penerimaan raport siswa.

Saat itulah orang tua mendapatkan sejumlah informasi yang berhubungan dengan kemampuan anaknya. Laporan tersebut biasanya berupa angka dan deskripsi tertentu untuk menjelaskan capaian siswa dalam satu semester.

Sebagai mana orang tua murid yang lainnya, saya pun demikian. Untuk si sulung, Cesil, pada hari ini. Yang baru menikmati sekolah barunya di kelas IV. Di sebuah sekolah di bawah kaki bukit Golo Lusang-SDI Konggang, Ruteng-Manggarai. 

"Anak itu harta yang tak ternilai," kata kepala sekolah saat kami mendengarkan ceramah singkat sebelum ceremony penerimaan raport.

“Karena itu, Saya berharap orang tua bisa memperhatikan anaknya. Kesuksesan anak itu ada, karena kerja sama antara guru dan orang tua. Kalau ada anak yang bawa foto copy ke rumah, orang tua juga harus perhatikan. Sebagai orang tua harus bimbing mereka,” lanjutnya di hadapan orang tua siswa.

Arahan ini juga membuat saya tergugah. Mungkin juga bagi kebanyakan orang tua lainnya. Tidak hanya memberi makan, tetapi terlibat dalam urusan anak. Memastikan apa yang diterimanya di sekolah pada hari itu. Dengan kata lain,  tidak melepaskannya berjuang sendiri. Namun tetap dikontrol dan diawasi. 

Karena itu, saya menilai nasihat guru itu agar setiap orang kembali ke "rumah". Kembali untuk melihat peran rumah dalam proses membentuk jati diri anak. Kata orang, “rumah” tempat berseminya pengetahuan pertama bagi seorang anak.

Pengalaman tentang rumah akan terus membawa anak tersebut sampai ia beranjak dewasa. Karena itu, rumah hendaknya menjadi kelas pertama dan utama tempat berseminya pengetahuan bagi setiap anak didik. 

Jalan panjang berliku yang dilewati anak itu akan tetap nyaman ketika orang tua tetap hadir dan terlibat dalam perjuangan anaknya.

Selamat buat Cecil. Kamu masuk peringkat hari ini. Semoga akan menjadi lebih baik.

Saat mendengarkan arahan dari Ibu Kepala Sekolah



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Meski Dekat Labuan Bajo, Desa Bari Terlupakan dan Terisolasi

Di Balik Rak Buku Perpustakaan Manggarai: Kisah Cohen, Sang Pembelajar Muda