Gerakan Green School di Kabupaten Manggarai: Harapan Baru Ekosistem Pendidikan Kita

 

Foto: Kadis PPO Manggarai, Monitoring Pelaksanaan Green School

Omvalen.net

Cobalah sesekali meluangkan waktu untuk mengunjungi sekolah-sekolah di pinggiran Manggarai. Anda akan melihat halaman yang gersang, berdebu, dan anak-anak yang berlarian di bawah terik matahari yang menyengat.

​Bisa dibayangkan kehidupan sekolah di zaman modern ini tanpa lingkungan yang sehat. Itu sungguh menyiksa!

​Saat berdiskusi dengan Dinas PPO, ternyata gerakan Green School (Sekolah Hijau) ini lahir dari kegelisahan serupa. Kepala Dinas PPO, Wensislaus Sedan, memiliki visi besar terkait hal ini. Beliau tidak ingin kebijakan ini hanya menjadi dokumen di atas meja kerja.

Komitmen itu dibuktikannya dengan terus turun langsung ke lapangan. Hingga kini, sudah lebih dari 300 sekolah di pelosok Kabupaten Manggarai yang beliau kunjungi untuk memastikan setiap anak mendapatkan hak atas lingkungan belajar yang layak.

​Melalui visi besar tersebut, wajah sekolah-sekolah kita ingin diubah. Targetnya ambisius: sekolah harus jadi rumah kedua yang nyaman.

​Sebenarnya, napas dari gerakan ini bukanlah hal yang sepenuhnya baru. 

Di Kecamatan Langke Rembong, fondasi Green School ini sudah dimulai sejak lama oleh beberapa sekolah negeri. Kita bisa melihat contoh nyata di SMPN 4 Langke Rembong yang sukses dengan program panen raya hortikulturanya, atau lingkungan asri yang konsisten dirawat di SMPN 2 Langke Rembong, serta beberapa sekolah lainnya. Praktik baik inilah yang kini ingin ditarik menjadi gerakan massal dan sistematis di seluruh Manggarai.

​Makanya, kurikulum baru ini digencarkan. Harapannya agar terjadi perubahan karakter pada anak didik sebagaimana yang diinginkan kita semua.

​Rencananya, ruang kelas tidak lagi hanya bicara soal angka di rapor atau bebas dari perundungan. Titik start pembangunan manusia Manggarai dimulai dari tiga pilar: menanam pohon peneduh, mengolah sampah organik jadi kompos, dan membawa isu krisis mata air langsung ke atas meja diskusi kelas.

​Masyarakat dan para guru di lapangan menyambut baik visi besar ini. Ketika mereka ditanya: apakah kita siap mewujudkan halaman sekolah yang hijau-rindang demi masa depan anak-anak kita?

​Banyak orang pasti tersenyum.

​Tentu itu adalah senyuman optimisme. Senyuman yang menyiratkan harapan baru dan kesiapan untuk bergerak bersama setelah melihat langsung kesungguhan dari pimpinan daerah mereka, serta bukti nyata keberhasilan yang sudah dirintis oleh sekolah-sekolah di Langke Rembong.

​Gerakan Green School ini adalah investasi jangka panjang yang sangat berharga bagi bumi Manggarai. Ini adalah momentum bagi kita semua, khususnya para pendidik dan seluruh elemen pelayan publik, untuk membuktikan bahwa kita mampu merawat pertumbuhan ini dengan konsisten. Bukan sekadar melaksanakan program, tetapi membangun kultur baru.

​Karena itu, sudah saatnya kita semua menyatukan langkah dan mendukung penuh kebijakan ini tanpa ragu. 

Kita serahkan cangkul, bibit, dan kepedulian itu bersama anak-anak kita, lalu merawatnya dengan penuh tanggung jawab. Niscaya, karakter peduli lingkungan itu akan tumbuh mekar dan menjadi warisan terbaik bagi generasi masa depan Manggarai yang lebih hijau dan lestari.

​Semoga saja.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Ini Pesan Guru Bagi Orang Tua Siswa; "Anak itu Harta Yang Tak Ternilai "

Meski Dekat Labuan Bajo, Desa Bari Terlupakan dan Terisolasi

Di Balik Rak Buku Perpustakaan Manggarai: Kisah Cohen, Sang Pembelajar Muda